Liputanjambi.com KUALA TUNGKAL – Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Tanjab Barat didampingi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tanjab Barat sampaikan aspirasi pada Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag di rumah dinas bupati, jumat (16/7/2021).

Ketua GNPHI Tanjab Barat Sari Wahyuni, S.Kep saat diskusi mengucapkan terimakasih kepada Bupati Anwar Sadat yang telah menerima kunjungan GNPHI. Dirinya menyampaikan beberapa poin yang menjadi aspirasi perawat honorer Tanjab Barat.

“Terimakasih pak Bupati telah bersedia menyambut kunjungan kami para perawat honorer Tanjab Barat,” ujarnya mengawali diskusi.

“Ada beberapa poin aspirasi perawat honorer yang ingin kami sampaikan, pertama terkait kesejahteraan perawat, penghasilan perawat saat ini jauh dari UMR. Kemudian kami minta Bapak untuk pertimbangkan pengadaan PPPK di Tanjab Barat.”

Lanjutnya, “Pemkab mengadakan program 1 desa 1 perawat dan terakhir tenaga kesehatan seperti perawat sebagai garda terdepan menghadapi covid-19 rawan untuk terpapar. Mohon pemkab ada tempat khusus untuk nakes,” harapnya.

Menanggapi aspirasi perawat honorer Tanjab Barat, Bupati Anwar Sadat menyampaikan di masa pandemi ini sebagai garda terdepan perawat merupakan salah satu tenaga Kesehatan yang memegang peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Perawat merupakan tulang punggung di fasilitas pelayanan.

“Apresiasi tinggi untuk perawat yang mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga dari ancaman tertular virus yang bisa berakhir pada kematian,” ujar Anwar Sadat.

“Aspirasi dari tenaga perawat sudah menjadi perhatian Pemkab Tanjab Barat. Misalnya terkait honor dan insentif. OPD terkait sudah diinstruksikan untuk membayarkan tepat waktu. Demikian juga terkait pengadaan PPPK bagi perawat kami sedang berkoordinasi dan menyamakan pandangan dengan Bupati/Walikota se-Indonesia agar Bupati/Walikota juga diberi kewenangan menentukan dengan mengutamakan pegawai yang sudah lama mengabdi di daerah,” paparnya.

Terkait honor perawat yang masih dibawah UMR bupati akan berusaha melakukan evaluasi. “Ini ada Pak Sekda, nanti saya minta panggil OPD terkait untuk evaluasi dan menyiasati apakah memungkinkan atau tidaknya dalam anggaran daerah. Yang pasti aspirasi dari perawat sudah menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.(MH)