20130314233525Centre for Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melindungi orangutan Kalimantan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit dari Singapura seperti Bumitama dan Indofood.

Bumitama telah membuldoser kawasan berhutan yang menjadi habitat orangutan dan beragam jenis mamalia dilindungi seperti beruang (Helarctos malayanus), owa (Hylobates sp) dan kukang (Nycticebus coucang) di Desa Tumbang Koling, Kalimantan Tengah. Meskipun pembuldoseran telah berhenti karena dihalangi oleh masyarakat setempat.

Namun ancaman belum berhenti karena delapan excavator masih berada di camp Bumitama. Perusahaan yang sama juga sedang mengancam ekowisata di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi habitat orangutan. Masyarakat Desa Sekonyer banyak yang mengandalkan hidupnya dari ekowisata menyaksikan orangutan. Ekowisata tersebut akan hancur seiring dengan hancurnya hutan dan musnahnya orangutan.

Di Kecamatan Kongbeng Kalimantan Timur, Indofood juga sedang membuldoser kawasan berhutan yang menjadi habitat orangutan. Pada tanggal 24 Januari 2013, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur dan Centre for Orangutan Protection telah mengevakuasi satu anak orangutan yang dipelihara oleh masyarakat Desa Miau Baru. Orangutan tersebut didapatkan dari dalam kawasan tersebut. Pada hari yang sama, tim juga menyaksikan bagaimana habitat orangutan tersebut dirusak. Korban orangutan akan terus berjatuhan jika tidak perusakan tidak dihentikan dan tidak ada penegakan hukum.

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 Pasal 21 Ayat (2) poin (e) bahwa setiap orang dilarang untuk mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi. Berdasarkan Pasal 40 ayat (2): Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (kabar indonesia)