BATANGHARI LIPUTANJAMBI.COM-Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) keluarkan panduan tempat penjualan hewan qurban dalam situasi penyakit mulut dan kuku(PMK) 

Berikut panduan nya :

Mendapat izin dari pemerintah setempat sesuai dengan kewenangan  nya

Memiliki lahah yang cukup, pagar atau pembatas agar hewan tidak berkeliaran

Terdapat fasilitas penampungan limbah

Terdapat fasilitas dan bahan untuk tindakan pembersihan dan disinfeksi
 
Dihimbau pedagang mempersingkat periode penjualan hewan kurban untuk mengurangi resiko penyebaran virus PMK

Hewan qurban yang tidak terjual tidak di lalulintaskan ke daerah asal dan daerah lain, di anjurkan untuk di RPH-R terdekat

Terdapat tempat isolasi hewan sakit

Tersedia tempat pemotongan bersyarat untuk hewan dalam kondisi ambruk(tidak dapat berdiri) dan tidak dapat di sembuhkan

Lokasi tidak berdekatan dengan peternakan(Sapi, kerbau, kambing dan domba) atau konservasi Ex-Situ/Kebun Binatang/Penangkaran satwa liar berkuku belah( Rusa, banteng, Jerapah) 

Hewan Kurban yang di penjual belikan di buktikan dengan surat keterangan Kesehatan hewan (SKKH) atau sertifikat Veteriner dari daerah asal 

Jika ditemukan hewan sakit atau mati di laporkan pada Dinas yang menyelenggarakan Fungsi peternakan dan kesehatan Hewan

Yang mana panduan tersebut telah beredar di jejaring sosial  akun Face Book (KementanRI) akun twitter( Kementan) , akun Instagram( kementerianpertanian)dan akun Yutube( Kementerian Pertanian RI) 

(Herlas)