DIDUGA IRPANDI  MENDAPAT PASILITAS ISTIMEWA DARI TERPIDANAYANG LAINYA

Liputan jambi Com

Seorang terpidana Bripda IRPANDI Alias Pandi Bin Asnawi(Nrp 88120221) oknum polisi yang tadinya bertugas di Polsek Kota Baru di bagian anggota sat intel  menjadi pesuruh kalapas jambi ,saat di konfirmasi ke kalapas jambi RIDUAN mengakui ,memang benar terpidana tersebut menjadi pesuruh kalapas Jambi. pengakuan kalapas semenjak dia menjabat kalapas jambi Terpidana sudah menjadi pesuruhnya karena saat kalapas meminta siapa yang manjadi pesuruh kalapas maka di bagian penjagaan maka di berikan atas nama IRPANDI kalapas sendiri hanya menerimanya kalau masalah kasusnya hanya mengetahui satu pelanggaran yaitu pasal 293 tentang perbuatan cabul dan tidak mengetahui kasus yang lainya. dan kalapas terkejut ternyata IRPANDI mempunyai banyak kasus yaitu Undang-Undang No 48 tahun 2009 pasal 293 ayat (1)Jo. pasal 351 ayat 1,KUHP,undang-undang NO 8 tahun 1981 dan undang-undang No.14 Tahun 1985 dan di tambah dengan undang – undang NO 5 tahun 2004 dan perubahan kedua dengan undang-undang N0.3 tahun 2009 serta peraturan perundang –undangan lain yang bersangkutan. Maka dari itu IRPANDI terkena sangsi hukuman selama Tiga (3) tahun putusan dari Makamah Agung tertanggal 31 Mei 2012. Dengan No 14 Panmud Pid/2012/787 K/2012 yang di tujukan kepada Ketua  Pengadilan Negeri Jambi. Pengakuan kalapas jambi kepada Wartawan LJ Com saat di konfirmasi di ruang kerjanya 31/12/2012 seharusnya yang bisa menjadi pesuruh kalapas seharusnya seorang yang terpidana ringan bukannya yang  mempunyai terpidana berat. mengapa harus memakai seorang yang terpidana kok bukan pegawai yang resmi kalapas sendiri , ”ya itu di bolehkan memakai seorang terpidana sambil membina selagi bisa di percaya terpidana tersebut. Kata RIDUAN sebagai ketua  kalapas Jambi kepada Wartawan LJ Com.

Pengakuan Supriadi selaku orang tua Korban saat di konfirmasi mengatakan, melihat seorang Terpidana yang bernama  IRPANDI alias pandi Bin Asnawi  menjadi pesuruh ketua Kalapas jambi menduga hal tersebut adalah hal yang tidak wajar di lakukan , yang seharusnya seorang terpidana seperti Irpandi Alias Pandi  harus menjalani hukuman kurungan bukanya harus menjadi pesuruh ketua kalapas yang seperti AJUDAN pribadi.  seperti yang terlihat oleh supriadi di kalapas Irpandi memiliki Hp dan  pernah  mengubungi Hp  korban meja kusus dan kamar khusus yang berdekatan dengan ruangan ketua Kalapas jambi ,dan ketika supriadi datang menemui ketua kalapas yang menyambutnya adalah IRPANDI. dalam hal ini orang tua korban sangat kecewa melihat kejadian ini.  Supriyadi meminta penegak hukum untuk menindak oknum yang ada di kalapas yang memberikan Fasilitas istimewa Narapida  (IRPANDI Alias Pandi Bin Asnawi) sesuai hukum yang berlaku.

Dengan adanya Wartawan LJ Com hasil  konfirmasi  kepada Supriyadi, maka wartawan LJ Com konfirmasi kembali kepada Ketua kalapas jambi ( Riduan ) 6 Januari 2013 melalui via handpone untuk konfirmasi masalah irpandi masih menjadi ajudan sekarang ini. maka di jawab Riduan masih tapi “bukan ajudan yaitu menjadi pesuruh bila mana saya perlu memanggil tahanan, mengapa pak kok harus irpandi yang menjadi pesuruh kan dia mempunyai kasus yang berat. maka di jawab ya semua yang di lp ini mempunyai kasus selagi dia bisa di percaya dan tidak membuat masalah boleh-boleh saja”.  kata Riduan kepada wartawan LJ Com, kalau kita lihat keterangan Riduan kepada wartawan Lj Com  dan keterangan supriadi sangatlah bertentangan. sementara Riduan Sebagai Ketua Lapas mengatakan Irpandi Bisa Di percaya contohnya sekarang masih menjadi pesuruhnya dari pagi sampai habis jam kerja.sedangkan supriyadi mengatakan IRPANDI sudah membuat malu Ketua kalapas contohnya yang seharusnya dia sebagai narapidana didalam tahanan kok bisa bebas main Hp dan di ruangan kusus yang berada dekat ruangan Ketua kalapas.Red Tim