Jambi LJ- Tidak adanya kepastian terkait penyelesaian lahan warga yang menginap di kantor gubenur jambi sudah satu minggu ini, kemarin senin 26/3 kembali melakukan aksi unjukrasa di gedung DPRD Jambi.

Ribuan masa ini menuntut kejelasan nasib mereka yang tidak ada kunjung penyelesaiannya dari pemerintah setempat,ratusan petani menuding bahwa, pemerintah,tutup mata terhadap nasib para petani.

Regar koorlap mengatakan, kami minta kejelasan nasib kami para petani dan SAD kami sudah bosan dengan janji -janji manis.menurutnya, pemerintah seharusnya memikirkan rakyat.

Aksi yang mereka lakukan terkesan dibiarkan oleh sujumlah anggota dewan, tidak ada satupun dari mereka yang mau menemui pengunjurasa.

Koordinator pendampingan warga SAD, Siregar mengatakan, SAD adalah korban kebijakan pemerintah. Sejak tahun 1986, ijin HGU PT.Bangun Dea Utama (BDU) dan HTI.PT Asiatik Persada, menggusur ribuan warga SAD dan merampas tanah ulayatnya.