22022013lopSembilan anggota TNI AD menjadi korban penembakan kelompok sipil bersenjata yang terjadi pada dua lokasi berbeda di pedalaman Papua, Kamis (21/2/2013) pagi hari. Dari  sembilan korban penembakan, delapan diantaranya meninggal dunia dan satu orang terluka.

Peristiwa pertama adalah penyerangan bersenjata terhadap Pos TNI AD di Tingginambut, yang mengakibatkan:

> Danpos Lettu Inf Reza, terluka di lengan;

> Pratu Wahyu Prabowo, tertembak di dada dan gugur.

Peristiwa kedua berupa penghadangan di Kampung Tangkulinik Distrik Sinak, terhadap rombongan personel dari Koramil Sinak yang hendak mengambil peralatan dinas (HT) ke Bandara Sinak, yang mengakibatkan tujuh prajurit gugur, yakni:

> Sertu Ramadhan  (Yonif 753)

> Sertu M. Udin      (Kodim 1714)

> Sertu Frans         (Kodim 1714)

> Praka Jojo           (Yonif 753)

> Praka Idris           (Yonif 753)

> Pratu Mustofa      (Yonif 753)

> Pratu Edy            (Yonif 753)

Terkait dengan peristiwa tersebut, saat ini TNI AD melakukan konsolidasi dan evaluasi untuk menentukan langkah lebih lanjut.

Evakuasi korban
Proses evakuasi korban penembakan yang dilakukan pada hari ini, Jumat (22/2/2013) masih terkendala cuaca. Pagi tadi, pada pukul 11.10 WIT, helly Mi-17 yang take off dari bandara Sentani menuju Mulia akhirnya harus kembali lagi ke Bandara Sentani, Jayapura pada pukul 13.30 WIT akibat terhadang cuaca buruk. Direncanakan, apabila cuaca mendukung, besok hari, Sabtu pukul 06.30 WIT (23/2/2013) Mi-17 akan kembali mencoba melakukan proses evakuasi ke Mulia.

Di bagian lain, prajurit TNI AU kru helly Puma/H-3318 Lettu Tek Amang yang terluka tembak di jari tangan kiri ketika pesawat yang diawakinya ditembak kelompok sipil bersenjata pada Jumat (22/2/2013) pagi saat hendak mengevakuasi korban penembakan di Mulia, kini masih menjalani perawatan di RS Marthen Indey, Jayapura.

Sedangkan prajurit TNI AD korban penyerangan bersenjata di Pos Tingginambut, Lettu Inf Reza Gita Armena yang terluka tembak di lengan kiri dan jenazah Pratu Wahyu Wibowo, pada Jumat (22/2/2013) pukul 15.00 WIT telah dievakuasi ke Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA 0218).

Setelah tiba di Jakarta, selanjutnya jenazah Pratu Wahyu Wibowo diterbangkan ke Yogyakarta dgn pesawat Garuda Indonesia (GA 655), dengan didampingi Kabag Ops Satgas Ban Mayor Inf Dudi Purwanto. (Dispenad)