Protes terhadap film anti-Islam di Tunisia ricuh. Sebuah restoran cepat saji asal Amerika Serikat dibakar di Ibu Kota Tunis. english.alarabiya.net

Kategori

Pemerintah Tunisia telah melarang segala bentuk demonstrasi menentang kemunculan kartun melecehkan Nabi Muhammad di majalah Prancis, Charlie Hebdo.

Menteri Dalam negeri Ali Larayedh mengatakan melalui siaran radio, pihak berwenang telah mendeteksi sejumlah kelompok berencana berunjuk rasa dengan kekerasan usai salat Jumat hari ini. “Untuk mencegah segala risiko dan menjamin keamanan penduduk dan warga asing, kami memutuskan melarang segala bentuk demonstrasi di dalam negeri,” kata Ali seperti dilansir stasiun televisi Fox News, Jumat (21/9).

Gelombang protes di Tunisia menentang pemuatan kartun Nabi Muhammad muncul dari media sosial di Internet. Partai Islam moderat Ennahda di Tunisia menyatakan dukungannya untuk menggelar protes damai Jumat ini. Kantor Presiden Tunisia Moncef Marzuki mengimbau warga jangan sampai terjebak provokasi dari pihak-pihak ingin memperkeruh suasana.

Charlie Hebdo edisi Rabu lalu memuat sejumlah kartun Nabi Muhammad membuat Prancis menjadi sasaran protes umat Islam dunia. Sebelumnya gelombang protes anti-Amerika Serikat juga merebak di sejumlah negara Timur Tengah karena munculnya film the Innocence of Muslims yang isinya menghina Nabi Muhammad.

Pemerintah Prancis berencana menutup kedutaan besar dan sekolah di sekitar 20 negara mulai hari ini demi alasan keamanan.

[fas/MERDEKA)