Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA) melalui Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Ir. Syahrasaddin,M.Is., menghadiri silaturrahmi Muhammadiyah Jambi ,Minggu (16/9) bertempat Aula RRI Jambi.Dalam kesempatan itu Gubernur memberi apresiasi tinggi terhadap acara silaturrahmi bersama Muhammadiyah yang menghadirkan Wakil Ketua KPK Dr.H.M.Busyro Muqoddas,SH.,M.Hum., juga pimpinan Muhammadiyah Prof. DR. Dadang Kahmad,M.Si., memaknai persaudaraan dan persatuan dalam konteks kenegaraan yang berujung pada kemaslahatan umat termasuk pemberantasan kejahatan korupsi yang menjadi prioritas menuju masyarakat yang adil dan makmur,”Kejahatan korupsi sangat erat kaitannya dengan permasalahan moral dan mental ummat,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Korupsi bisa berdampak terhadap persatuan, kesenjangan sosial juga mampu menjadi konflik sosial, salah satu upaya mencegah korupsi dengan upaya bersama untuk memberantasnya, berbagai peristiwa dan konflik sosial dengan intensitas tinggi ditengah-tengah masyarakat mengindikasikan kepada kita mulai rapuhnya ikatan persaudaraan,persatuan dan kesatuan antar sesama
“Kata kuncinya menumbuhkan ikatan persaudaraan dengan keimanan yang menjelma dalam diri yang khusyu’ kepada Allahdan beramal soleh,” lanjut Gubernur.

Persatuan dan perpecahan bukan masalah baik dan buruk namun jauh lebih penting mengenai keikhlasan hati,kalbu, niat yang baik.
Perbedaan akan selalu ada bagi manusia yang telah dianugerahi Tuhan dengan akal, perbedaan pendapat merupakan pendorong untuk mengasah dan meninggikan mutu berfikir
Sementara dalam arahan Wakil Ketua KPK DR. Busyro Muqoddas,SH.,M.Hum., korupsi yang terjadi yang terjadi telah merusak sistem dan tatanan pemerintahan yang baik bahkan telah merugikan negara sejak tahun 2004-2011 mencapai 34,4 Triliun, besarnya kerugian negara juga mempengaruhi kesejahteraan bagi masyarakat,”Negara ini masih bisa diperbaiki saya percaya ini jangan kita menjadi orang yang berputus asa,” jelas Wakil Ketua KPK.
Korupsi menurut Busyro dapat dicegah dengan mengoptimalkan peran keluarga dan masyarakat,”Keluarga yang korupsi itu setelah diteliti tidak menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar, inti pencegahan korupsi berbasis keluarga,” lanjut Wakil Ketua KPK.
Korupsi yang terjadi di Indonesia dalam pandangan Busyro bersifat sistematik, merata/masif dari pusat sampai daerah, penuh sinergisitas/kerjasama, nekat, juga dilakukan dengan persiapan pembicaraan yang khusyu’,
Pemberantasan korupsi melalui beberapa tindakan pencegahan, penindakan, juga peran serta masyarakat,”Muhammadiyah membuat terobosan membantu pemerintah memberantas korupsi orang korupsi bukan pendidikan rendah rata-rata mereka yang berpendidikan tinggi, cerdas otak tidak cukup tapi cerdas hati yang paling penting slogan atau ajakan KPK berani jujur hebat,
Islam adalah jujur kalau orang jujur maka dia tidak akan melakukan hal yang tidak terpuji.”
Sedangkan dalam arahan Pimpinan Muhammadiyah Pusat Prof. DR. Dadang Kahmad,M.Si., menyampaikan orang yang tidak takut kepada Allahtidak akan bersatu,”Tidak mungkin berantas korupsi kalau tidak bersatu, persatuan modal kemajuan hal itu dilandasi rasa takut kepada Allah,” kata Prof. Dadang.
Hasil rapat tanwir yang telah dilaksanakan Muhammadiyah di Bandung baru-baru ini menyimpulkan,”Muhammadiyah harus punya program unggulan disetiap daerah, pola dakwah harus menyentuh kalangan bawah atau kaum marginal juga kalangan atas yang orientasi pemikiran yang lebih universal juga meluruskan ideologi Muhammadiyah yang banyak digerogoti ideologi lain.(hms)