liputanjambi.com JAMBI–¬†Acara tersebut dirangkai dengan Penyerahan Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah dan Dana Insentif Daerah (DID) Kepada 1 Pemerintah Provinsi dan 13 Pemerintah Kabupaten/Kota.Senin, (22/2/2021).

Kota Jambi sebagai salah satu penerima penghargaan tersebut dengan menerima plakat pengurangan sampah. Hal tersebut dikatakan oleh Walikota Jambi.

“Kota jambi kembali menerima apresiasi Penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup yaitu plakat pengurangan sampah dan DID. Dimana Kota Jambi memang gencar sekali untuk meminimalisir pembuangan sampah sampai diolah di tempat pembuangan akhir,” Ujar Fasha.

Dikatakannya, pada tahun 2025 ditargetkan seratus persen semua sampah di olah yaitu di TPA Talang Gulo yang menggunakan sistem.

Kemudian tekait limbah pandemi dari fasilitas kesehatan, ia mengataknya hal tersebut merupakan salah satu permasalahan juga.

“Kota Jambi dengan TPA Talang Gulo mampu membuat satu TPA untuk memgolah limbah medis dan lain sebagainya,” sebutnya.

Namun dikatanya, Kota Jambi bukan dalam suatu zonasi untuk dilakukan pengolahan sampah medis dan P3, tapi berada di Kabupaten Bungo.

“Itu salah satu kesulitan kita sehingga sampah medis harus dibawa ke pulai jawa. Dan ini sedang kami perjuangakan melalui anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota, bagaimana merevisi RT RW Provinsi sehingga Kota Jambi salah satu zonasi untuk dibolehkan mengolah sampah P3 maupun sampah medis,” paparnya.

Menurutnya, lokasi TPA di Talang Gulo masih mumpuni untuk mengolah dan lahan masih didukung dengan banyaknya lahan. (Rio)