SOPIR DAN WARGA SEPAKATI Rp 3000 per Mobil

Jambi LJ- Warga Kebun Bohok RT V16 Kecamatan Kota Baru, kembali melakukan aksi blokir jalan,aksi blokir jalan tersebut karena dipicu banyaknya deu yang berterbangan akibat kendaraan bertonase berat melintas dijalan rusak. Warga meminta agar pemerintah setempat dan juga pihak kontraktor pelaksana untuk melakukan aksi penyiraman jalan.Aksi blokir jalan tersebut langsung diawasi oleh jajaran Polsekta Kota Baru.

Broto, salah Seorang warga mengatakan, kami sebagai warga sudah resah sekali karena jalan tidak kunjung diperbaiki.menurutnya, warga hanya meinta agar penyiraman itu dilakukan setiap harinya, karena akibat tidak disiram maka deu berterbangan kerpemukiman warga.untuk itu, kami minta agar pihak pelaksana ataupun pemerintah datang ke lokasi dan secepatnya mengambil keputusan.

” kami sebagai warga tidak mencari keuntungan dari jalan ini, yang jelas, kami minta disiram, pihak perusahaan tiak sanggup untuk menyiram,” kata dia.

Sementara itu, hasil pertemuan antara konraktor pelaksana dengan warga dan para sopir akhirnya diperoleh kesepakatan, yakni para sopir yang melintas dijalan tersebut, maka dikenakan biaya Rp 3000 permobilnya.

Sementara itu, Sekjen LSM Garuda Riyadi mengatakan, walaupun gimna pungutan itu adalah bentuknya pungli karena tidak ada dasar hukumnya. untuk itu, minta kepada pemerintah agar dapat menyikapi permasalahan tersebut, apalagi dilihat di masyarakat luas pihak pemerintah tidak menyelesaikan masalah.” Jika ini terus terjadi maka akan timbul aksi blokir jalan -blokir jalan di sepanjang jalan lingkar selatan dan barat ini,” kata dia

Pantauan dilapangam, para sopir cukup keberatan dengan adannya pungutan ini menurutnya, pasalnya, terdapat 2 tidik warga yang melakukan aksi blikir jalan yang meminta sumbangan yakni di Simpang pall Merah.yd