Juru berita Costas Vaxevanis yang ditangkap dan sempat ditahan mengatakan BBC bahwa kelompok politisi Yunani mestinya dihukum karena menyembunyikan informasi tentang nama-nama warga negara itu yang diduga menghindari pajak dengan menyimpan uang di sejumlah rekening bank Swiss.

Vaxevanis, editor sebuah majalah, ditahan pada hari Minggu (28/10) atas sangkaan melanggar wilayah pribadi orang lain dengan menerbitkan daftar 2.000 nama warga Yunani pemilik rekening bank Swiss di HSBC.

Padahal daftar itu sudah dilimpahkan oleh otoritas Prancis sejak dua tahun lalu, kata Vaxevanis.

Sementara menurut otoritas Yunani, memiliki rekening bank di Swiss bukanlah tindak kejahatan.

Sejumlah nama dalam daftar itu, disebut-sebut merupakan nama tokoh Yunani terkemuka, diduga menyimpan uang di sana dengan tujuan mengemplang pajak.

Vaxevanis beralasan daftar itu diterbitkan oleh majalah Hot Doc “karena saya adalah seorang jurnalis dan adalah kewajiban kami untuk mengatakan yang sebenarnya pada masyarakat”.

“Tiga pemerintahan terakhir telah berbohong dan melecehkan rakyat Yunani dengan (menyembunyikan) daftar ini,” katanya.

“(Padahal) mereka mestinya meneruskan daftar tersebut pada parlemen atau penegak hukum. Mereka harus dipenjarakan karena (kelalaian) itu.”

‘Dibungkam’

Vaxevanis menduga daftar itu tak diumumkan karena di dalamnya terdapat nama teman, kerabat dan orang dekat menteri, pengusaha dan penerbit berpengaruh.

Dia juga menuding sebagian besar media Yunani memilih mengabaikan berita ini.

“Media Yunani dibungkam,” katanya. “Sistem kekuasaan di negeri ini tertutup, dikendalikan oleh elit politik, pengusaha dan jurnalis.”

Sidang terhadap Vaxevanis akan dilangsungkan di Yunani pada 1 November. Jika dinyatakan bersalah pria 46 tahun itu menghadapi ancaman hukuman tiga tahun penjara.

“Kalau memang harus dipenjara, akan saya jalani,” tekadnya. “Bukan karena saya ini pahlawan, tapi untuk menunjukkan betapa tidak adilnya situasi di Yunani.”

Yunani saat ini dilanda sejumlah aksi demonstrasi dan mogok silih-berganti akibat ketidakpuasan atas kebijaksanaan pengetatan anggaran yang diambil pemerintahnya. Perekonomian negara itu adalah salah satu yang paling terpuruk akibat krisis Zona Eropa.(bbc uk)